<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Palopo Cycling Club</title>
	<atom:link href="http://passapeda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://passapeda.wordpress.com</link>
	<description>Dengan Sepeda, Jasmani Sehat Jiwa Kuat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 May 2010 20:28:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='passapeda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Palopo Cycling Club</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://passapeda.wordpress.com/osd.xml" title="Palopo Cycling Club" />
	<atom:link rel='hub' href='http://passapeda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menaklukkan Tanjakan (Bag.2)</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/menaklukkan-tanjakan-bag-2/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/menaklukkan-tanjakan-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 20:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Menaklukkan tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Off Road]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Teknik Shifting Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=162&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknik Shifting</p>
<p>Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.<br />
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.<br />
Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.</p>
<p><a href="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/photo235.jpg"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/photo235.jpg?w=510&#038;h=382" alt="" title="Medannya..Wehhh" width="510" height="382" class="aligncenter size-full wp-image-62" /></a></p>
<p>Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.</p>
<p>Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.</p>
<p>Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)<br />
Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.</p>
<p>Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.<br />
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.</p>
<p>Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).<br />
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.</p>
<p>Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)<br />
Standing Up (berdiri)<br />
Kelebihan :<br />
- Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.<br />
- Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.<br />
Kekurangan :<br />
- Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.<br />
- Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.</p>
<p>Sitting Down (Duduk)<br />
Kelebihan :<br />
- Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.<br />
- Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.<br />
- Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.<br />
Kekurangan :<br />
- Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.</p>
<p>Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).</p>
<p>Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.<br />
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.<br />
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.</p>
<p>Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.</p>
<p>Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=162&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/menaklukkan-tanjakan-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/photo235.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Medannya..Wehhh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menaklukkan Tanjakan (Bag.1)</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/menaklukkan-tanjakan-bag-1/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/menaklukkan-tanjakan-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 20:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Tanjakan (Climb). Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=160&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan <a href="http://passapeda.wordpress.com/">Tanjakan</a>  (Climb). Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country atau keseharian dalam bersepeda baik untuk bekerja, sekolah ataupun sekedar berolahraga (fitness).</p>
<p><a href="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/photo186.jpg"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/photo186.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Photo186" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-76" /></a></p>
<p>Medan aspal lebih cenderung digemari para roadbiker sedangkan medan offroad lebih cenderung untuk rider MTB, tips dan trik apakah yang tepat mengatasi medan tanjakan (climb) baik untuk road biker ataupun rider MTB.</p>
<p>Penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.</p>
<p>Penyesuaian Suspensi :<br />
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.<br />
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.<br />
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.</p>
<p>Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.<br />
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=160&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/menaklukkan-tanjakan-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/photo186.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Photo186</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih Sepeda Yang Aman (2): Road Bike</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/tips-memilih-sepeda-yang-aman-2-road-bike/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/tips-memilih-sepeda-yang-aman-2-road-bike/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 03:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Road Bike]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda aman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Road Bike a. Competitive Road Merupakan sepedabalap yang di peruntukan untuk kompetisi balap, dengan berat yang sangat ringan total berat sepeda bisa mencapai 5kg, Bagi yang menyukai bersepeda sehat jalan aspal ini merupakan salah satu pilihan. b. Endurance Road Merupakan sepeda balap dengan frame yang lebih tahan terhadap jalan yang tidak halus semisal paving blok, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=156&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/tips-memilih-sepeda-yang-aman-2-road-bike/road-bike/" rel="attachment wp-att-157"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/05/road-bike.jpg?w=510" alt="" title="road bike"   class="aligncenter size-full wp-image-157" /></a><br />
Road Bike<br />
a. Competitive Road<br />
Merupakan <a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/memilih-sepeda-yang-aman-1-mountain-bike/">sepeda</a>balap yang di peruntukan untuk kompetisi balap, dengan berat yang sangat ringan total berat sepeda bisa mencapai 5kg, Bagi yang menyukai bersepeda sehat jalan aspal ini merupakan salah satu pilihan.<br />
b. Endurance Road<br />
Merupakan sepeda balap dengan frame yang lebih tahan terhadap jalan yang tidak halus semisal paving blok, sepeda dengan tipe ini cocok untuk yang meyukai tipe road yang tidak hanya aspal halus tapi jalan aspal yang jelek. Selain ringan cocok bagi penggemar kecepatan, sepeda jenis ini layak di jadikan pilihan untuk bersepeda di jalan non aspal.<br />
c. TT (time trial)<br />
Inilah sesungguh sepeda balap, sangat ringan dengan aero dinamis yang di desain dengan teliti untuk terpaan angin. Sepeda balap ini banyak di gunakan untuk kompetisi Time Trial / Thriatlon yang menuntut kecepatan.<br />
d. Single speed.<br />
Sepeda dengan gir tunggal, cocok bersepeda kemana saja. Sepeda dengan single speed ini tidak mempunyai pengaturan kecepatan, menjadikan sepeda ini simple dan prakstis terutama untuk yang tinggal di perkotaan.<br />
e. Commute<br />
Merupakan Sepeda yang di desain gabungan dari sepeda balap kelas kompetisi dan kebutuhan sehari-hari. Banyak vendor sepeda menyesuaikan mulai dari handle bar (stang), hingga komposisi ban dan rasio gir.</p>
<p>Dari berbagai diskrisi sepeda diatas kita mulai ada gambaran sepeda apakah yang cocok untuk kebutuhan bersepeda kita baik untuk kesehatan atau memang khusus untuk kompetisi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=156&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/tips-memilih-sepeda-yang-aman-2-road-bike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/05/road-bike.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">road bike</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Sepeda Yang Aman (1): Mountain Bike</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/memilih-sepeda-yang-aman-1-mountain-bike/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/memilih-sepeda-yang-aman-1-mountain-bike/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 03:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Memilih sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[memilih sepeda yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda aman]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[tips memilih sepeda yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[tips sepeda aman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Memahami jenis sepeda yang akan dipakai tentu akan meningkatkan keamanan bersepeda bagi para pencinta sepeda. Ini penting, agar bersepeda benar-benar dapat dinikmati. Berikut informasi seputar memilih &#8220;sepeda&#8221; yang aman untuk anda. Sepeda Gunung MTB. a. Competitive XC : Sepeda ini biasanya tergolong ringan untuk jenis MTB, merupakan sepeda yang ringan untuk cross country (offroad). Competitive [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=152&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami jenis <a href="http://passapeda.wordpress.com/">sepeda</a> yang akan dipakai tentu akan meningkatkan keamanan bersepeda bagi para pencinta <strong>sepeda</strong>. Ini penting, agar bersepeda benar-benar dapat dinikmati. Berikut informasi seputar memilih &#8220;sepeda&#8221; yang aman untuk anda.</p>
<p>Sepeda Gunung MTB.</p>
<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/memilih-sepeda-yang-aman-1-mountain-bike/mountain-bike-1/" rel="attachment wp-att-153"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/05/mountain-bike-1.jpg?w=510" alt="" title="mountain bike 1"   class="aligncenter size-full wp-image-153" /></a></p>
<p>a. Competitive XC :<br />
Sepeda ini biasanya tergolong ringan untuk jenis MTB, merupakan sepeda yang ringan untuk cross country (offroad). Competitive XC biasa di gunakan untuk medan offroad yang tidak terlalu menurun, sangat sesuai untuk yang menyukai kecepatan dan kekuatan dalam menjelajah medan offroads.<br />
b. XC Trail :<br />
Jenis sepeda yang lebih di buat untuk medan offroad yang lumayan ektrim, sepertinya turunan yang agak tajam disertai banyak tikungan, suspensi depan dan belakang biasanya lebih empuk dibandingkan dengan Competitive XC, suspensi depan dan belakang biasanya juga dapat di atur skala keras dan lembutnya.<br />
c. All Mountain :<br />
MTB yang kelihatan kekar di banding jenis XC lainnya, mempunyai suspensi yang lebih besar dan kuat. Sepeda ini di peruntukan untuk rider yang menyukai medan offroad yang banyak lokasi jumping. Sepeda ini cocok untuk downhill ringan dan atraksi dalam bersepeda.<br />
d. Freeride/Downhill :<br />
Ini sepeda yang sering kita lihat dalam kejuaraan dunia downhill, sepeda yang sangat berat untuk jenis MTB. Frame sepeda ini memang sangat berat karena downhill yang ektrim memerlukan kestabilan yang tinggi. Suspensi sepeda jenis ini mempunyai trafel depan(panjang suspensi) lebih panjang di banding sepeda MTB lain, dan yang pasti suspensi belakang adalah wajib pada sepeda tipe ini.<br />
e. Progresive / Dirt jumper<br />
Lebih di perutukan untuk rider yang menyukai showoff skill atau mempertontonkan dan mengasah kemahiran dalam atraksi sepeda. Dengan bentuk frame yang terkesan lurus dari depan dan belakang.<br />
f. Recreational XC<br />
Merupakan sepeda XC untuk medan cross contry yang ringan, ini merupakan sepeda yang banyak di pakai MTB saat ini dalam offroad ringan dan cross coutry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=152&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/05/21/memilih-sepeda-yang-aman-1-mountain-bike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/05/mountain-bike-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mountain bike 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Sepeda Indonesia</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/sejarah-sepeda-indonesia/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/sejarah-sepeda-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 15:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Balap Sepeda sebetulnya sudah cukup lama dikenal di Indonesia, bahkan jauh sebelum Perang Dunia II sudah ada beberapa pembalap sepeda yang dibiayai oleh kaum pengusaha : seperti perusahaan Tropical, Triumph, Hima, Mansonia dan lain-lain. Mereka dapat dikategorikan sebagai pembalap sepeda profesional. Padahal waktu itu masih jaman penjajahan Belanda. Memang perkembangan olahraga Balap Sepeda cukup menguntungkan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=137&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/sejarah-sepeda-indonesia/sepeda-indonesia/" rel="attachment wp-att-138"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/sepeda-indonesia.jpg?w=510" alt="" title=""   class="alignleft size-full wp-image-138" /></a>Balap Sepeda sebetulnya sudah cukup lama dikenal di Indonesia, bahkan jauh sebelum Perang Dunia II sudah ada beberapa pembalap sepeda yang dibiayai oleh kaum pengusaha : seperti perusahaan Tropical, Triumph, Hima, Mansonia dan lain-lain. Mereka dapat dikategorikan sebagai pembalap sepeda profesional. Padahal waktu itu masih jaman penjajahan Belanda. Memang perkembangan olahraga Balap Sepeda cukup menguntungkan.</p>
<p>waktu itu, khususnya kota Semarang menjadi pusat kegiatan Balap Sepeda. Oleh arsitek Ooiman dan Van Leuwen didirikanlah sebuah velodrome. Velodromen dalam bahasa Belanda disebut Wielerband, atau “Pias” dalam bahasa Indonesia.<br />
Pada jaman Jepang boleh dikatakan kegiatan Balap Sepeda terhenti. Baru ketika kemerdekaan diproklamasikan, para penggemar Balap Sepeda kembali mencoba mempopulerkan. Meski belum terorganisir dalam satu wadah, tetapi secara perseorangan kegiatan olahraga Balap Sepda nampak berkembang kembali. Sebagai contoh terbukti ketika PON II/1951 berlangusng di Jakarta, Balap Sepeda termasuk cabang olahraga yang diperlombakan.<br />
Ikatan Sport Sepeda Indonesia atau disingkat ISSI baru didirikan tepat pada hari peringatan Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei 1956 di kota Semarang. Sebelum itu di tahun 1951, beberapa daerah sudah memiliki perkumpulan-perkumpulan Balap Sepeda, seperti : Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Jakarta, Medan, Manado dan Bandung. Terbentuklah perkumpulan-perkumpulan Balap Sepeda, yaitu :<br />
- ISSS : Ikatan Sport Sepeda Semarang<br />
- PBSD : Persatuan Balap Sepeda Djakarta<br />
- ISSJ : Ikatan Sport Sepeda Jogjakarta<br />
- IPSS : Ikatan Pembalap Sepeda Solo<br />
- PSBS : Perkumpulan Sepeda Balap Surabaya<br />
- PBMS : Perkumpulan Balap Sepeda Medan dan Sekitarnya<br />
- Super Jet : Perkumpulan Balap Sepeda dari Bandung<br />
- PSBM : Perkumpulan Sepeda Balap Manado.<br />
Jawa Tengah yang sejak semula memang menjadi pusat kegiatan olahraga Balap Sepeda di tanah air, terutama di kota Semarang dengan Ikatan Sport Sepeda Indonesia, merupakan sumber inspirasi kelahiran ISSI. Hal ini bertitik tolak atas keinginan untuk mempersatukan perkumpulan yang ada di seluruh Indonesia, agar pembinaan Balap Sepeda secara nasional dapat lebih mudah dilakukan. gerakan ini didahului dengna lahirnya ROSBADT, kependekan dari Rombongan Sepeda Balap Djawa Tengah. Impian dan harapan mereka menjadi kenyataan, ketika menjelang bulan Mei 1956 di kota Semarang terbentuklah Panitia Penyelenggara Kongres dan Kejuaraan Nasional yang pertama. Kegiatan ini mendapat dukungan pejabat, baik di kalangan sipil maupun militer, yang sanggup berperan serta dalam Kongres maupun Kejurnas ISSI.<br />
Pada tanggal 20 Mei 1956, selama empat hari penuh diadakan sidang yang dihadiri oleh organisasi-organisasi Balap Sepeda dari Semarang, Jakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Medan dan Manado yang menetapkan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) merupakan organisasi pusat dari seluruh perkumpulan Balap Sepeda di Indonesia, yang berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta Amatirisme.<br />
Tercatat dalam data, sebagai Ketua Umum PB. ISSI adalah sebagai berikut :<br />
- S. Soeroso, Ketua Umum 1 dan pendiri PB. ISSI dari tahun 1956 – 1969.<br />
Periode I – 1956 – 1958 – Letkol S Soeroso.<br />
Periode II – 1958 – 1960 – Letkol S Soeroso.<br />
Periode III – 1960 – 1963 – Letkol S Soeroso.<br />
Periode IV – 1963 – 1967 – Letkol S Soeroso.<br />
Periode V – 1967 – 1969 – Letkol S Soeroso.<br />
Periode VI – 1969 – 1971 – Komodor (L) R. Soehardjo.<br />
Periode VII – 1971 – 1973 – Brig Jend (Purn) Drs. Gatot Suwagio.<br />
Periode VIII – 1973 – 1977 – Brig Jend (Purn) Drs. Gatot Suwagio.<br />
Periode IX – 1978 – 1982 – Brig Jend (Purn) Drs. Gatot Suwagio.<br />
Periode X – 1983 – 1987 – Harry Sapto.<br />
Periode XI – 1987 – 1991 – Harry Sapto.<br />
Periode XII – 1991 – 1996 – Harry Sapto.<br />
Periode XIII – 1996 – 2003 – Harry Sapto.<br />
Periode XIV – 2003 – 2007 – Harry Sapto.<br />
Periode XV – 2008 – 2012 – Phanny Tanjung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=137&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/sejarah-sepeda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/sepeda-indonesia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>History of Cycling</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/history-of-cycling/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/history-of-cycling/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 15:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=132&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/history-of-cycling/history-of-cycle/" rel="attachment wp-att-133"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/history-of-cycle.jpg?w=300&#038;h=214" alt="" title="" width="300" height="214" class="alignleft size-medium wp-image-133" /></a>Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.<br />
Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.<br />
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.<br />
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).<br />
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.<br />
<a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/history-of-cycling/old-bike/" rel="attachment wp-att-134"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/old-bike.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" title="" width="224" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-134" /></a>Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).<br />
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.<br />
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=132&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/history-of-cycling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/history-of-cycle.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/old-bike.jpg?w=224" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Untuk Kesehatan</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/bersepeda-untuk-kesehatan/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/bersepeda-untuk-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 15:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda santai]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Bersepeda dan Kesehatan Bersepeda secara rutin tidak akan membuat kita berpergian lebih cepat dari kendaraan bermotor atau mobil itulah anekdot dari bersepeda Bersepeda akan sangat bermanfaat untuk kesehatan dan menjaga tubuh kita selalu dalam keadaan bugar. Bersepeda dan Manfaat untuk Hati dan Jantung Dengan bersepeda tiap hari akan melatih nafas kita untuk bernafas lebih panjang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=125&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersepeda dan Kesehatan<br />
Bersepeda secara rutin tidak akan membuat kita berpergian lebih cepat dari kendaraan bermotor atau mobil itulah anekdot dari bersepeda Bersepeda akan sangat bermanfaat untuk kesehatan dan menjaga tubuh kita selalu dalam keadaan bugar.</p>
<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/bersepeda-untuk-kesehatan/sepeda-sby/" rel="attachment wp-att-126"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/sepeda-sby.jpg?w=510" alt="" title="sepeda-sby"   class="alignright size-full wp-image-126" /></a>Bersepeda dan Manfaat untuk Hati dan Jantung<br />
Dengan bersepeda tiap hari akan melatih nafas kita untuk bernafas lebih panjang di bandingkan dengan orang yang tidak bersepeda, bersepeda lebih efektif dibandingkan dengan senam erobic dan lebih mengasikan.</p>
<p>Bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang paling efektif dan murah untuk mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh, bersepeda dan mengurangi resiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana untuk hidup sehat.</p>
<p>Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%.</p>
<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/bersepeda-untuk-kesehatan/sepeda-sehat/" rel="attachment wp-att-129"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/sepeda-sehat.jpg?w=510" alt="" title=""   class="alignright size-full wp-image-129" /></a>Bersepeda dan Berat badan<br />
Bersepeda dapat dijadikan salah satu program untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energy kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori).</p>
<p>Hanya dengan 15 menit bersepeda dari rumah ke kantor kita 5 – 6 kali dalam seminggu, kita telah berhasil mengurangi berat badan kita 11 pounds dalam satu tahun.</p>
<p>Bersepeda dan Mood (semangat)<br />
Bersepeda memberikan efek yang positif pada perasaan dan suasana hati kita. Bersepeda dapat mengurangi depresi, strees, meningkatkan mood dan memotivasi diri kita. Sebagai contoh dengan bersepeda kita dapat melihat lingkungan sekitar secara lebih seksama, bersosialisasi dengan lingkungan, menikmati pemandangan alam dan udara yang segar. Bonus dari semua itu adalah kesehatan.</p>
<p>Bersepeda dan Polusi udara<br />
Jika tidak perlu kuatir dengan polusi udara yang disebabkan lalulintas kendaraan, hasil penelitian menyebutkan orang yang bersepeda lebih sedikit terkena polusi udara dari pada orang yang naik kendaraan bermotor. Hal ini di mungkinkan karena orang yang bersepeda bernafas lebih teratur dan menghisap oksigen lebih banyak.</p>
<p>Helm Sepeda<br />
Jangan melupakan benda satu ini, meski sampai sekarang masih banyak anggapan bahwa memakai helm saat bersepeda itu bukan suatu hal yang penting anggapan tersebut salah. dengan memakai helm dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan jika kita jatuh atau kecelakaan lainnya. Untuk mendapatkan Helm sesuai dengan keamanan dan kenyamanan bersepeda kita dapat mengunjungi toko sepeda terdekat disana kita bisa mendapatkan banyak pilihan ukuran yang sesuai dengan ukuran kepala kita. Dengan Helm bersepeda menjadi lebih aman dan nyaman.</p>
<p>Sumber: Zonasepeda.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=125&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/04/02/bersepeda-untuk-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/sepeda-sby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sepeda-sby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/04/sepeda-sehat.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Amankah Bersepeda Folding Bike?</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/24/amankah-bersepeda-folding-bike/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/24/amankah-bersepeda-folding-bike/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 19:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Bicycle]]></category>
		<category><![CDATA[Bike]]></category>
		<category><![CDATA[Folding bike]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan bersepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Sepeda lipat mempunyai anatomi yang sangat berbeda dengan sepeda-sepeda lain. Untuk menyesuaikan diri dengan tubuh pengendara, maka biasanya ukuran yang paling populer (16 atau 20 inch), bila dikendarai sepeda lipat akan dipanjangkan handlebar-post dan seat-post-nya. Dengan struktur yang jangkung, menuntut feeling pengendalian yang berbeda dengan sepeda konvensional. Bagaimanapun pengendalian sepeda tidak akan sesempurna sepeda yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=101&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/folding-bike-thumb12481729.jpg"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/folding-bike-thumb12481729.jpg?w=510" alt="" title=""   class="alignleft size-full wp-image-102" /></a>Sepeda lipat mempunyai anatomi yang sangat berbeda dengan sepeda-sepeda lain. Untuk menyesuaikan diri dengan tubuh pengendara, maka biasanya ukuran yang paling populer (16 atau 20 inch), bila dikendarai sepeda lipat akan dipanjangkan handlebar-post dan seat-post-nya. Dengan struktur yang jangkung, menuntut feeling pengendalian yang berbeda dengan sepeda konvensional. Bagaimanapun pengendalian sepeda tidak akan sesempurna sepeda yang konvensional. Dengan struktur seperti ini tentunya rigiditas juga tidak sebaik sepeda konvensional. Adanya benturan atau hentakan ketika melibas hambatan jalan, jelas akan menjadikan deviasi pada pengendalian akan lebih terganggu. Pada keadaan yang ekstrem bukan mustahil risiko mencederai pengendaranya akan lebih besar.</p>
<p>Hampir semua pengendara folding bike pasti pernah mengalami keadaan tiba-tiba kemudi sepeda menjadi liar dan cenderung tak terkendali. Hal mengejutkan ini, sebagai akibat kendornya folding-box pada handlebar dan handle-stem. Ya, memang dengan bisa dilipatnya sepeda, akan ada beberapa folding-box yang semuanya menjadi titik lemah, baik hanya berupa kekendoran atau malahan patah. Jangan dilewatkan juga, titik-titik quick-release (QR) yang tiba-tiba kendor, karena kebanyakan folding-bike yang beredar saat ini tidak mempunyai QR yang sempurna. Sering seatpost melorot dan pengendalian menjadi canggung secara tiba-tiba. Untuk itu sebaiknya anda harus memastikan, bahwa semua folding-box dan QR sudah terkunci dengan benar sebelum mengendarai folding-bike. Berhenti sebentar atau kalau ada kesempatan untuk berhenti di tengah jalan untuk memeriksa kekencangan folding-box dan QR di sepanjang perjalanan secara periodik adalah suatu langkah kehati-hatian yang baik.</p>
<p>Jangan dilupakan, untuk membaca kemampuan folding bike membawa beban pada spesifikasi atau manualnya. Folding bike mempunyai keterbatasan menyangga bobot tubuh pengendaranya. Hal yang bila diabaikan akan menyebabkan kerusakan pada konstruksi. Beberapa folding-bike dilengkapi dengan bike-rack yang bisa dipakai membawa barang bawaan. Perhitungkan dengan baik, berapa pertambahan bobot yang harus disangga folding bike. Titik yang paling lemah untuk masalah ini adalah pada frame folding-box. Kerusakan bisa terjadi seketika, tetapi yang paling sering setahap demi setahap timbul kerusakan pada sistem locking, yang jelas akan menjadi suatu hal yang berbahaya.</p>
<p>Folding bike memang mempunyai beberapa keunggulan, tetapi harus juga disadari mempunyai banyak kelemahan. Untuk itu dituntut kehati-hatian yang lebih untuk mengendarainya dibandingkan sepeda yang konvensional. Selain itu, tetap gunakan perangkat keamanan (helmet), meskipun mengendarai folding-bike hanya untuk bersantai saja.</p>
<p><em>Sumber: http://b2w-jogja.web.id/2009/03/26/amankah-bersepeda-folding-bike.html</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=101&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/24/amankah-bersepeda-folding-bike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/folding-bike-thumb12481729.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>6 Mitos Yang Keliru Mengenai Bersepeda ke Tempat Kerja</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/6-mitos-yang-keliru-mengenai-bersepeda-ke-tempat-kerja/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/6-mitos-yang-keliru-mengenai-bersepeda-ke-tempat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 14:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda santai]]></category>
		<category><![CDATA[Sepede ke tempat Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[1. Naik sepeda terlalu berbahaya Memang terdapat resiko yang nyata dalam menggunakan sepeda sebagai transportasi. Sering pesepeda bertabrakan atau ditabrak oleh kendaraan lain. Namun seberapa bahaya bersepeda jika dibandingkan dengan moda transportasi yang lain? Ada fakta menarik yang mungkin anda belum menyadarinya. Sebuah biro konsultan bernama Exponent (sebelumnya dikenal dengan Failure Group) telah melakukan pengujian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=49&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/6-mitos-yang-keliru-mengenai-bersepeda-ke-tempat-kerja/bikers/" rel="attachment wp-att-55"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/bikers.jpg?w=300&#038;h=197" alt="" title="" width="300" height="197" class="alignleft size-medium wp-image-55" /></a>1. Naik sepeda terlalu berbahaya</p>
<p>Memang terdapat resiko yang nyata dalam menggunakan sepeda sebagai transportasi.  Sering pesepeda bertabrakan atau ditabrak oleh kendaraan lain. Namun seberapa bahaya bersepeda jika dibandingkan dengan moda transportasi yang lain? Ada fakta menarik yang mungkin anda belum menyadarinya.</p>
<p>Sebuah biro konsultan bernama Exponent (sebelumnya dikenal dengan Failure Group) telah melakukan pengujian keamanan, resiko kecelakaan  dan meneliti berbagai bentuk aktivitas yang kemudian mereka rangkum sebagai angka bahaya. Hasilnya, mereka menyatakan bahwa angka bahaya per sejuta jam berlangsungnya aktivitas adalah 0.26 untuk kegiatan bersepeda, 0.47 untuk berkendara mobil, 1.53 untuk ‘hidup’  (semua penyebab kematian natural), dan 8.80 untuk bersepeda motor. Dengan kata lain, penemuan mereka menyatakan bahwa resiko yang ditanggung ketika bersepeda hanyalah separuh dari resiko mengendarai mobil, bahkan hanya seperenam saja dari resiko yang terjadi ketika kita ‘tetap hidup’.</p>
<p>Mungkin angka diatas hanya sekedar angka, mungkin saja keliru dalam memprediksikan resiko keselamatan seseorang. Studi lain menunjukkan bahwa tingkat kefatalan dari kecelakaan yang melibatkan pesepeda 11 kali lebih parah dari penumpang di dalam mobil tiap kilometer perjalanan. Angka untuk pejalan kaki jauh lebih besar, sekitar 36 kali dibanding berkendara mobil.</p>
<p>Yang bisa kita pelajari dari studi-studi tersebut bahwa kita bisa meminimalkan kefatalan yang mungkin terjadi. Menggunakan pelindung kepala dan tangan, menggunakan lampu sepeda di malam hari, memberi tanda visual yang jelas ketika berganti arah dan mengendarai sepeda di lajur yang sesuai (paling kiri) akan meningkatkan tingkat keamanan dalam bersepeda. Jika kita berlaku sama seperti pengguna jalan lain, yaitu mematuhi aturan lalu lintas, tingkat keamanan yang kita capai akan signifikan.</p>
<p>2. Jarak tempat kerja terlalu jauh untuk ditempuh dengan bersepeda.</p>
<p>Ya, jika rumah dan kantor berjarak lebih dari 20 km mungkin akan memakan waktu dan tenaga terlalu banyak. Namun banyak cara untuk mensiasatinya. Tentukan jarak terdekat yang bisa anda tempuh dengan sepeda, lalu gunakan kedaraan umum ke tempat tersebut, istilahnya mix commuting. Sekarang anda juga bisa menggunakan sepeda lipat yang dapat dipadu dengan moda transportasi lain.</p>
<p><a href="http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/6-mitos-yang-keliru-mengenai-bersepeda-ke-tempat-kerja/bike-to-work/" rel="attachment wp-att-50"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/bike-to-work.jpg?w=285&#038;h=300" alt="" title="bike to work" width="285" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-50" /></a><br />
3. Untuk B2W saya bakal mebutuhkan sepeda yang mahal</p>
<p>Keliru besar. Anda harusnya bisa mendapatkan sepeda baru atau bekas yang layak untuk komuter dengan dana 900 ribu rupiah bahkan kurang. Carilah toko sepeda lokal dengan penjual yang ramah dan mengerti kegiatan komuter bersepeda, atau tanyakan teman yang sudah lebih lama bersepeda ke tempat kerja. Jelaskan kondisi jalan yang akan anda lalui dan jarak perjalanan, mereka akan membantu memilihkan sepeda yang sesuai. jangan terjebak membeli yang mahal hanya karena gengsi. Eric Doyne, Public Relation Shimano sempat menyatakan bahwa sepeda “lifestyle” , yaitu yang didesain untuk sehari-hari dan untuk pesepeda kasual adalah pasar yang paling besar dengan pertumbuhan paling tinggi untuk industri sepeda saat ini, jika dibandingkan dengan sepeda balap kelas atas atau mountainbike yang memang dikhususkan untuk kalangan penghobi.</p>
<p>Jika anda baru mulai B2W, carilah sepeda yang fungsional seperti sepeda komuter yang memiliki fender untuk melindungi baju anda dari kotoran, standar samping dan sadel yang nyaman untuk diduduki.</p>
<p>4. Bersepeda tidak bisa membawa barang-barang yang saya butuhkan</p>
<p>Berarti anda memang sungguh keliru. Atau anda menggunakan sepeda dan tas yang salah. Pannier bag dan keranjang sepeda yang bagus, trunk dan banyak lagi aksesories dapat ditambahkan untuk memudahkan anda membawa barang: laptop, baju ganti, kotak makan siang, beberapa buku, map, dan gadget apapun yang biasanya anda bawa. Lihatlah contoh sepeda berikut atau tas ini jika anda masih ragu.</p>
<p>5. Ketika tiba di kantor, kita akan kucel dan bau badan</p>
<p>Jika ini yang anda khawatirkan, silakan segera mandi setelah sampai tempat kerja. Jika tidak terdapat kamar mandi di kantor anda atau kegiatan mandi tidak terakomodasi baik, mandilah di tempat lain di sekitar kantor anda. Sebagai alternatif, anda dapat menggunakan tisu basah atau tisu bayi. Odor no more!</p>
<p>6. Bersepeda menyebabkan impoten pada lelaki.</p>
<p>Memang terdapat kejadian dimana pesepeda serius dapat mengalami disfungsi ereksi temporer bahkan permanen jika duduk berjam-jam pada sadel balap yang tidak sesuai. Namun telah banyak digunakan sadel seperti ini yang dilengkapi alur yang didesain ergonomis supaya tidak terjadi tekanan pada arteri dan syaraf kemaluan. Jika anda masih saja takut, ada juga sadel tanpa ‘hidung’. Selama sadel yang anda gunakan tepat dan sesuai, dan anda tidak berlatih sekeras atlet Tour de France, bersepeda justru mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi dibanding tuduhan sebagai penyebabnya. Bersepeda akan membuat penyakit jantung (penyebab utama disungsi ereksi) menjauh dari kita.</p>
<p>Sumber: <a href="http://b2w-jogja.web.id/tag/tips-bersepeda">http://b2w-jogja.web.id/tag/tips-bersepeda</a> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=49&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/6-mitos-yang-keliru-mengenai-bersepeda-ke-tempat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/bikers.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/bike-to-work.jpg?w=285" medium="image">
			<media:title type="html">bike to work</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau yang ini???</title>
		<link>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/kalau-yang-ini/</link>
		<comments>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/kalau-yang-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 05:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>palopofunbike</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto-foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://passapeda.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=43&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/scott-ransom-mountain-bike-1.jpg"><img src="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/scott-ransom-mountain-bike-1.jpg?w=300&#038;h=194" alt="" title="" width="300" height="194" class="aligncenter size-medium wp-image-44" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/passapeda.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/passapeda.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=passapeda.wordpress.com&amp;blog=12170745&amp;post=43&amp;subd=passapeda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://passapeda.wordpress.com/2010/02/22/kalau-yang-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c6801d549e60b533aaeb63d846a5e12?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">palopofunbike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://passapeda.files.wordpress.com/2010/02/scott-ransom-mountain-bike-1.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
